Cara mengatasi homesick
Di tulisan kali ini saya ingin membahas tentang Homesick, nah homesick ini adalah salah satu keadaan dimana yg difikirkan itu adalah rumah, rumah, rumah, dan rumah. Kita merindukan segala hal yg menyangkut rumah, mulai dari aktivitas dari bangun tidur sampai tidur kembali.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat adakan Q and A di instagram. Nah, disitu ada sekitar lima pertanyaan berturut-turut tentang homesick dari teman-teman saya di instagram. Ada yg bertanya selama kuliah pernah tidak merasa menyesal jauh dari keluarga dan ingin balik saja ?, kemudian gimana cara ngatasin homesick ? pulang ke rumah berapa kali dalam sebulan ? Kalau pulang ada rasa tidak mau pergi lagi tidak ? Dan kuat sekali jauh dari rumah, motivasinya apa ?
Itu semua adalah pertanyaan seputar homesick yang saya dapatkan, untuk menjawab semua pertanyaan tadi diatas saya lebih memilih menjawab disini karena saya rasa lebih luwes cara jawabnya ketimbang di dm instagram.
Baik, kebanyakan bacot akutuhh,, wkwkw langsung saja ke pertanyaan pertama, untuk homesick itu sudah pasti, setiap orang yang memutuskan untuk merantau baik itu untuk kerja atau menempuh pendidikan pasti akan merasakan yg namanya homesick, kemudian untuk menyesal, saya katakan dan tekankan itu tidak pernah terbersit dalam fikiran saya dan semoga tidak pernah. Karena saya yakin ini semua adalah untuk kebaikan saya sendiri, disini juga saya menghargai yg namanya waktu kebersamaan dengan keluarga, dan yg lebih penting adalah saya bisa merasakan betapa berharganya yg namanya libur, yang dulu libur cuma di pake buat tidur, makan jalan-jalan sekarang beda 180 derajat.
Pertanyaan kedua cara mengatasi homesick, bagi saya untuk mengatasi secara tuntas setuntas tuntasnya itu tidak, tapi untuk sedikit mengurangi yah dengan jarang balik rumah. Oke sebelum argumen ini menimbulkan miss conseption, saya lanjut yah, dengan cara ini kita lebih menerima keadaan dan diri kita bahwa kita memang jauh dari rumah, kita tidak sedang tetanggaan dengan rumah, karena sebenarnya kalau orang sering ketemu dengan orang yg selalu ia rindukan, itu bukan berarti dia menghapus rindunya tapi menambah karena pas moment pertemuannya disitu ada kenangan baru yg akan menjadi penguat si orang tadi untuk semakin rindu pada orang yang ia rindukan.
Pertanyaan ketiga berapa kali pulang dalam sebulan, kalau saya sih tergantung, kalau ada hal yang mengharuskan saya untuk pulang maka saya akan pulang tapi kalau hanya sekedar pulang saja tidak ada goals selain itu maka berbulan-bulan lamanya saya tidak pulang sama sekali.
Pertanyaan keempat, yah itu dia alasan kenapa saya malas untuk pulang karena untuk balik ke kota saya kuliah itu susah sekali, biasanya saya tunda 3 sampai 4 hari otomatis ini sangat mengganggu perkuliahan saya.
Dan pertanyaan terakhir, untuk tau motivasi apa, yang paling kuat sekarang adalah ingin cepat-cepat wisuda biar cepat pulang wkwkwkwk, agak susah sih sebenarnya menjelaskan motivasi, apalagi kalau itu internal , dari dalam yah memng dari hati harus dikuatin dong kemudian eksternal, dari luar yah otomatis orang-orang tersayang khususnya keluarga harus lihat kita sukses kan.
Jadi itu saja pendapat saya tentang homesick, kalau masih ada yg ingin ditanyakan bisa langsung kontak saya via email (aswitaagussalam@gmail.com ) atau instagram (@aswitaagus).
Terima kasih
oh gitu
BalasHapusWow.. :)
BalasHapusuwokuwokkk
Hapus